Mengenal Jenis-jenis Bahan Kaos

Ada baiknya kamu mengenali jenis-jenis bahan kaos untuk referensi ketika membeli  ataupun menjual item fashion kaos. Jenis bahan kaos ternyata  cukup beragam lho!

Jenis-jenis bahan kaos yang biasa digunakan untuk pembuatan kaos, diantaranya:

Katun – Jenis Bahan Kaos

Katun, katun dan katun, kebanyakan orang Indonesia menyebutnya katun. Kata katun diserap dari bahasa Inggris  cotton yakni kapas. Pada dasarnya, katun terbuat murni 100 % dari serat kapas alami. Ciri-cirinya beragam diantaranya memiliki tekstur halus, nyaman ketika menyentuhnya, dan menyerap keringat, saat dikenakan cenderung adem atau sejuk. Karakter teksturnya sangat tepat dan cocok saat  digunakan di daerah tropis. Katun ini disebut juga sebagai kain combed karena memiliki serat benang yang jauh lebih halus dan rapi.

Katun terbagi kepada 2 varian yang disesuaikan  berdasarkan jenis benang yang digunakan dan setting gramasinya (gr/m2), yaitu :

1. Cotton Combed – Jenis Bahan Kaos

Cotton combed  diproses dengan pemilahan kapas dengan cara disisir makanya disebut sebagai COMB. Hasil serat kapas tampak lebih halus, lebih panjang, dan menjadikan kapas jarang ada NAP (sambungan kapas dalam pilinan).

Kain  combed terdiri tiga varian berdasarkan ketebalan bahan kainnya, yakni:  Combed 20s, 24s, 30s. Kain 20s memiliki ketebalan yang paling tebal, sedangkan combed 30s memiliki ketebalan yang paling tipis. Kain Combed 20s merupakan kain yang paling popular digunakan untuk bahan kaos pakaian distro karena nyaman dikenakan dan tidak mahal.

2. Cotton Carded

Carded adalah sistem pemilahan benang dengan carding atau digaruk, hingga menghasilkan serat kapas yang tidak sehalus combed, tampak agak kasar. Hasil rajutan dan penampilan bahannya kurang rata. Harganya pun relatif lebih murah dibandingkan cotton combed. Jenis bahan kaos ini umumnya digunakan untuk bahan kaos seragam pabrik dan kaos oblong olahraga.

POLYESTER & PE

Polyester merupakan jenis bahan yang terbuat dari serat sintesis atau buatan (dari hasil minyak bumi) untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Dibandingkan katun, kain jenis ini lebih tipis, agak kasar, dan tidak bisa menyerap keringat sehingga sangat panas ketika dikenakan.

TC (TETERON COTTON)

Tereron Cotton merupakan campuran dari 35% cotton combed dan 65% polyester. TC ini seperti PE, tidak menyerap keringat dan gerah ketika memakainya. Namun bahan ini lebih tahan kusut, dan tidak mudah melar meski sudah lama dipakai.

VISCOSE

Viscose, orang lebih umum menyebutnya sebagai  rayon, yakni bahan serat sintesa celulosa organic (buatan manusia) yang biasa digunakan sebagai bahan kain. Teksturnya  hamper mirip dengan tekstur kapas. Viscose biasanya digunakan untuk menambahkan kenyamanan pada serat sintesis dan juga menambah kecerahan warna. Serat Viscose mempunyai tahanan kelembaban yang lebih tinggi, kecemerlangan warna yang lebih baik dan lebih lembut dibandingkan  kapas. Karena jenis bahan kaos ini  terkesan mewah maka harganya mahal dan jarang tersedia di pasaran.

CVC ( COTTON VISCOSE)

CVC  adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga cenderung menyerap keringat.

 HYGET

Hyget terbuat dari plastic  dan sangat tipis maka tak aneh harganya sangat murah. Bisa dibilang kurang layak dan nyaman untuk dijadikan sebuah pakaian kaos.  Biasanya pembuatan kaos murah dengan jumlah massal dan keperluan kampanye menggunakan kaos bahan ini.

POLO

Jenis bahan ini terbuat dari bahan PIQUE dan sering disebut LACOSTE. Memang lacoste merupakan sebuah brand, itu karena barand tersebut banyak menggunakan bahan ini.  Umumnyabahan kaos ini  sering digunakan untuk pembuatan kaos berkerah (selain katun). Karakternya sangat nyaman dipakai dan tidak kaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Admin RI-CART
WhatsApp